Waktu
waktu yang hakikat.
Bagi para pesakitan, waktu adalah musuh yang mereka tipu saban hari dengan harapan. Namun, disana dibalik jeruju yang dingin itu, waktu menjadi paduka raja, tak pernah terkalahkan.
Bagi para politisi dan olahragawan, waktu adalah kesempatan yang singkat, brutal dan mahal.
Para seniman kadang kala melihat waktu sebagi angin, hantu, bahan kimia, seorang putri, payung, seuntai tasbih, atau sebuah rezim. Salvador Dali telah melihat waktu dapat meleleh.
Bagi para ilmuan, waktu umpama garis yang inginmereka lipat dan putar-putar. atau lorong yang dapat melemparkan manusia dari masa ke masa, maju atau mundur.
Bagi mereka yang terbaring sakit, tergolek lemah tanpa harapan, waktu mereka penggil-panggil, tak datang-datang.
Bagi para petani, waktu menjadi tiran. padanya mereka tunduk patuh. kapan menanam, kapan menyiram, dan kapan memaneh adalah titah dari sang waktu yang sombong. tak bisa diajak berunding. tak mempan di gosok.
Bagi yang tengah jatuh Cinta, waktu mengisi relung dada mereka dengan kegembiraan, seklaigus kecemasan. karena teristimewa untuk cinta, waktu menjelma menjadi jerat. semakin cinta melekat, semakin kuat waktu menjerat. Jika cinta yang lama itu menukik, jerat itu mencekik.
Bagi ikal, waktu telah menjadi spekulasi yang mendebarkan. akankah esok semua berubah?. percintaannya dengan A ling, Permusuhannya dengan ayahya banginya adalah mimipi buruk semalam. Namun ia bangun pagi ini, dengan dada yang penuh karena semua itu buyka mimpi.
dan Bagiku waktu adalah perbedaan,
waktu adalah penyesalan..
waktu adalah kenangan..
waktu adalah aku dan dia..
dan waktu adalah harapan untuk aku menajdi lebih baik di hari esok :)
"padang Bulan"
Bagi para pesakitan, waktu adalah musuh yang mereka tipu saban hari dengan harapan. Namun, disana dibalik jeruju yang dingin itu, waktu menjadi paduka raja, tak pernah terkalahkan.
Bagi para politisi dan olahragawan, waktu adalah kesempatan yang singkat, brutal dan mahal.
Para seniman kadang kala melihat waktu sebagi angin, hantu, bahan kimia, seorang putri, payung, seuntai tasbih, atau sebuah rezim. Salvador Dali telah melihat waktu dapat meleleh.
Bagi para ilmuan, waktu umpama garis yang inginmereka lipat dan putar-putar. atau lorong yang dapat melemparkan manusia dari masa ke masa, maju atau mundur.
Bagi mereka yang terbaring sakit, tergolek lemah tanpa harapan, waktu mereka penggil-panggil, tak datang-datang.
Bagi para petani, waktu menjadi tiran. padanya mereka tunduk patuh. kapan menanam, kapan menyiram, dan kapan memaneh adalah titah dari sang waktu yang sombong. tak bisa diajak berunding. tak mempan di gosok.
Bagi ikal, waktu telah menjadi spekulasi yang mendebarkan. akankah esok semua berubah?. percintaannya dengan A ling, Permusuhannya dengan ayahya banginya adalah mimipi buruk semalam. Namun ia bangun pagi ini, dengan dada yang penuh karena semua itu buyka mimpi.
dan Bagiku waktu adalah perbedaan,
waktu adalah penyesalan..
waktu adalah kenangan..
waktu adalah aku dan dia..
dan waktu adalah harapan untuk aku menajdi lebih baik di hari esok :)
"padang Bulan"
Komentar
Posting Komentar