Ulang Tahun

barang kali orang jaman dahulu tak pernah merayakan ulang tahun..
contohnya seperti ini :
orang melayu seperti kami tak pernah merayakan ulang tahun, dan tak pernah peduli akan hari kelahirannya. sebaliknya bagi orang tionghoa hal itu amat penting.
ikal pernah menanyakan soal ulang tahun pada kawan-kawan laskar pelanginya. namun kebanyakan tak paham soal ulang tahun. mahar menggeleng, kucai yang sok pintar, menerangkan bahwa ulang tahun adalah acara sunatan bagi orang bukan islam. perkara ulang tahun adalah gelap bagi anak-anak melayu melarat yang udik di kampung paling timur, di pulau terpencil belitong ini.
karena ikal cerewet, syahdan menjelaskan tentang ulang tahun sambil malas-malasan-------- bahwa ulang tahun itu adalah " acara untuk memperingati arwah seorang pencipta lagu, arawah gentayangan itu katanya acuh tak acuh baru bisa di suruh pulang ke alam baka setelah diberi kue ulang tahun yang diatasnya dipasang lilin merah dan lagu ciptaannya dinyanyika bersama-sama" (waahh kalo seperti itu serem bangeet ya.. ulang tahun itu hahah.) ada lagi borek namanya ia selau ngotot walaupun salah, justru katanya "ulang tahun itu adalah acara untuk menghormati arwah pencipta kue bertingkat-tingkat dan lilin merah bernomor itu" (hahh yang ini lebih horor lagi, klo kaya gitu mahh gak ada yang ngrayain ulang tahun dong :D).
namun trapani menyanggah pendapat mereka menurutnya ualang tahun itu tak ada sangkut pautnya dengan hantu, tapi justru dengan "pangkat orang tua" (hahah *pllaakk). ulang tahun hanya boleh dirayakan oleh anak-anak orang kaya yang tinggal di komplek elite gedong milik para petinggi maskapai timah. atau boleh saja dirayakan oleh anak karyawan dengan syarat pangkat bapaknya minimal 2D (tambah ngaco). lalu trapani menghitung-hitung, andai kata tak ada aral melintang pada karir bapaknya, insyaallah 12 tahun lg ia akan merayakan ulang tahun. mendengar itu ikel gemetar, borek membanting bukunya dan syahdan pucat. karena walaupun dampai pensiun, bekerja dan pensiun lagi, begitu sebanyak 4 kali ayah ikal sebagai kuli mentah cedok timah tak akan pernah mencapai pangkat 2D. adapun ayah borek sebagi penjaga palang pintu air bahkan tak diberi pangkat oleh meskapai. namun syahdan yang paling sial diantara mereka sebab ayahnya tidak bekerja dimeskapai, itu artinya ia tak kan pernah merayakan ulang tahun :D
pada akhirnya ikal mendapat informasi dari tukang azan baahwa ulang tahun itu dalah perayaan hari kelahiran, dan ia mendapat ilmu bahwa orang melayu hanya merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad saw atu yang sering di sebut maulid nabi.
kemudian ia selalu senang setiap mendengar soal ulang tahun. baginya seseorang yang menunggu hari ulang tahun tak ubahnya ia menempatkan diri pada satu titik waktu di depannya, dan ia berdiri di sana menunggu waktu menyusulnya, dan semua itu, ulang tahun itu telah memberinya inspirasi. :D



ANDREA HIRATA "PADANG BULAN"
kata-katanya selalu saja bisa menyhir imajinasi para pembacanya :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Muda Yang Bercinta :D

All About You "Vale"