#Udah Putusin Aja


Dalam banyak kasus, lelaki adalah pihak yang paling tidak rela saat diputus. Seperti yang sudah diduga, karena rasa nikmatnya dihentikan. Reaksinya beragam warna, mulai dari pundung sampai mutung. Dari yang menyerupai drama Korea sampai yang mirip film psikopat.
Diantara gaya lelaki yang diputus, ada yang paling menyebalkan. Gaya terror perasaan, berusaha memanfaatkan kelemahan wanita.
“kalo lo putusin gue, nggak ada gunakanya lagu gue hidup, gue gak tau deh besok lo masih liat  gue napas atau nggak”
Begini nih contoh terror perasaan. Ada lagi..
“lo liat deh, gue bakal uring-uringan belajar, gue gak mau makan kalo lo gak jadi pacar gue.” Dan banyak lagi macamnya.
Lemah banget jadi lelaki, idihh. Gaya terror perasaan, seolah kamu bertanggung jawab atas hidup dia. Menyakiti diri sendiri lalu pengen dapet perhatian, hancuurr. Yang begini justru harusnya semakin meyakinkanmu. Dia sama sekali tak layak jadi suami atau ayah anak-anakmu kelak, terlalu lemah. Menghidupi dirinya sendiri saja tak mampu, bagaimana menghidupi dirimu?
Dikit-dikit ngancem, dikit-dikit ngancem, ngancem kok dikit-dikit :D.  Sama hidupnya sendiri aja  dia gak bisa bertanggung jawab, gimana tanggung jawab sama yang wajib? Mengeluh satu-satu andalannya.
Bila ada yang main ancam terror perasaan beginian, nggak usah diladenin. Kamu bukan ibunya yang bertanggung jawab atasnya. Gak perlu merasa bersalah akan tindakan yang dia ancam mau lakukan. Justru seharusnya merasa bersalah bila turuti nafsunya. Lelaki beginian seperti bayi yang harus disuapi. Mungkin nantipun engkau yang harus bekerja sementara dia main game di rumah.


#Udah Putusin Aja! --à Felix Y. Siaw :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Muda Yang Bercinta :D

All About You "Vale"